Aku tonton satu dokumentari tadi. Aku memang peminat tegar
dokumentari. Tak kisah la dokumentari pasal lifesytle ke, budaya ke, pasal
buaya pun aku layan. Biasa la orang tua, manada nak layan drama-drama popular
masakini yang temanya mainly pasal kahwin paksa lepas tu jatuh cinta tuh (muntah
sat). Jadi, apa yang aku nak ceritakan disini adalah pasal dokumentari yang aku
tonton tadi. Kisahnya, adalah berfokuskan kepada sebilangan masyarakat yang
masih menjalani kehidupan yang boleh dikatakan agak tradisional. Eh memang
tradisional habis. Mereka ni tinggal di kawasan-kawasan pergunungan yang jaauuh
dari dunia moden. Aku suka hidup macamtu. Hidup tak dilingkungi masalah sosial,
sara hidup rendah, takdak GST (ehh), takdak loan belajar (ehh lagi), takda
hutang rumah (eh eh eh), takdak twitter, takdak pesbuk, takdak instagram,
takdak nomophobia, they eat real food (manada KFC, mekdi, air soda, coke etc),
minum air fresh dari gunung, hirup udara segar dan lain-lainlah. Malam-malam
lepak luar rumah boleh berbumbungkan bintang yang bertaburan, Ya Allah.. itu
nikmat sekali! Di kawasan bandar? Jangan harap, sebab langit bandar mostly dah
tepu dengan pencemaran cahaya. Tak ke bahagia macamtu..
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
Blog Archive
-
▼
2013
(93)
-
▼
December
(21)
- Tradisional
- A Proud Librocubicularist
- Nomophobia
- 2013
- Tumblr
- Q - A Session
- Alkisah tuan blog menjadi semakin perempuan
- Masterpieces Found
- Attitude
- Perihal Nikah Kahwin Versi 2
- Mimpi
- Fakta Anak Sulung
- Of those MIA clan
- Perihal Nikah Kahwin Versi 1
- Manusia
- Kisah Sang Iman
- Hidden message
- Ketulusan Hati - Anuar Zain
- Killer utterances
- Kengerian apakah ini??
- Is this a threat?
-
▼
December
(21)
No comments:
Post a Comment